
Memang dunia fashion merupakan sebuah dunia yang penuh imajinasi dan selalu menyajikan keindahan bagi penikmatnya, pun bidang ini termasuk salah satu industri bisnis yang tak pernah surut pesonanya. Terbukti dengan begitu banyaknya artis-artis Hollywood yang berlomba melebarkan karirnya sebagai seorang perancang busana, mulai dari Sarah Jessica Parker dengan Bitten sampai dengan si snow queen dari London yaitu Victoria Beckham lewat label dVb-nya, nah mengenai kualitas dan keinovatifan karya mungkin masih terlalu dini untuk di sejajarkan dengan para designer legendaris seperti Carolina Herera, Louis Vuitton,Versace dan sebagainya.
Dunia fashion itu sangat dekat dengan kita, setiap hari pakai baju dan sangat ingin tampil trendy dan stylish. Karena itu tidak ada salahnya melirik sekilas perjalanan fashion untuk mengetahui sejarahnya.Fashion dimulai dari tahun 1920.Kenapa? karena di dekade inilah awal dunia fashion. Tahun ini merupakan awal kebangkitan kaum cewek mencapai kebebasan dan kemerdekaannya. Di dekade sebelumnya, baju-baju ala Cinderella dengan rok super megar dengan pinggang ekstra ketat, menyiksa kaum cewek, karena itulah mulai tahun '20an baju tersebut ditinggalkan.tahun 1920 merupakan abad baru ketika dunia fashion terlahir kembali dengan pandangan yang berbeda. Inovasi terbaru muncul dari desainer dunia, seperti Coco Chanel yang menyuguhkan potongan,warna,serta gaya yang mementingkan karakter seorang cewek. Dari sinilah dunia fashion mulai berkibar.
Memasuki tahun 1930an, perkembangan fashion sedikit agak lambat hingga akhirnya memasuki perang dunia kedua (1940-1946). Dari yang tadinya hanya bersifat fungsional, sebuah pakaian juga punya sisi estetik atau sisi 'cantik'.dunia di luar fashion pun punya pengaruh hebat. terutama dunia film di awal tahun '50an hingga '60an. Beberapa movie star menjadi panutan di dunia fashion bahkan menjadi icon, seperti Marlene Dietrich dengan baju androginy-nya. di era ini juga, desainer dunia banyak melakukan inovasi. Dari London ada Mary Quant dengan rok mininya dan Barbara Hulanicki dengan gaya street wear remaja London. dari Amrik ada James Galanos dengan baju fitted dan Rudi Gernreich dengan baju-baju unisex. di Paris dikenal Yves Saint Laurent dengan gaya tailoring buat cewek, Pierre Cardin dengan baju space-nya dan Emmanuel Ungaro dengan fashion couture-nya.berkembangnya zaman emang bikin dunia fashion juga terus berkembang. Dan, enggak nutup kemungkinan fashion dulu bisa kita rasakan kembali.
Di Indonesia memasuki era 60-70-an dirasa sangat kental dengan dimensi politis di berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dunia fashion juga kena imbasnya. Akhir tahun 1960-an terasa sekali arus pengaruh Barat yang membanjir sesudah era Presiden Soekarno. Di saat itulah, industri fashion mulai tumbuh. Pada era Soekarno, segala sesuatu yang berbau Barat, hingga ke musiknya pun, dilarang untuk ditiru maupun didengar.
Kini tren fashion di Indonesia berkembang sangat pesat walaupun masih terpengaruh oleh fashion internasional karena, busana yang kita kenakan memang busana modern, yang awalnya dari Barat. Kini banyak kita temukan event pagelaran busana di hotel-hotel ternama dan dalam berbagai kesempatan,.namun karya yang ditampilkan tidak selalu dari luar, justru dating dari desainer lokal papan atas dengan karya nasional yang tidak kalah bermutunya dengan desainer asing. Dengan situasi keamanan yang tidak menentu di Jakarta terlebih pasca peledakan bom di hotel ternama tempat biasanya diadakan pagelaran busana bahkan nyaris tidak ada pengaruhnya terhadap besarnya antusias dan minat masyarakat terhadap fashion tersebut, seperti dikutip dari harian KOMPAS 26 Juli 2009: “sepertinya Ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pekan lalu tidak membuat acara-acara unggulan bertaraf internasional seperti Jakarta Fashion Week yang akan diselenggarakan di Jakarta menjadi batal”.
"Event internasional tetap berjalan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Ari Budhiman saat melakukan aksi "Jakarta Aman untuk Semua" di depan Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Minggu. Sepertinya dunia fashion jauh dari suasana yang membosankan, selalu ada pergerakkan, senantiasa tak pernah lepas dari segala hal yang beraura kekinian. Betapa menyenangkannya!








